PENINGKATAN EFISIENSI PENGGUNAAN LAHAN MASYARAKAT TANI SUNGKAI PERMAI MELALUI TEKNOLOGI TUMPANGSARI JAGUNG KACANG TANAH DENGAN PEMANFAATAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA

Masyarakat Kelurahan Lambung Bukik Kecamatan Pauh Kota Padang Provinsi
Sumatera Barat mayoritas bermata pencaharian bertani dengan tanaman palawija seperti
padi dan jagung dan beberapa menanam kacang tanah. Umumnya kegiatan budidaya
pertanian masyarakat berupa pertanaman monokultur. Sementara lahan pertanaman
palawija ini terbatas pada daerah yang bebas dari hama babi dan Kera. Selain itu
perubahan iklim global pada musim-musim tertentu seperti pada musim penghujan dimana
matahari kurang bersinar mengakibatkan kegagalan pada budidaya tanaman. Oleh karena
itu peningkatan efisiesi lahan menjadi penting, setidaknya untuk menyiapkan sumber
benih berikutnya jika terjadi kegagalan panen pada salah satu komoditi. Petani juga
cenderung menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan meskipun dirumah mereka
sendiri tersedia bahan organic yang melimpah untuk dijadikan pupuk. Disisi lain jenis tanah
di Sungkai adalah Ultisol yang mengandung liat tinggi sehingga sifat tanah menjadi jelek
seperti tanah yang padat, unsur hara utama yang tersedia rendah dan tanah sulit mengatuskan
air. Hal ini mengakibatkan tingginya ketergantungan dan kebutuhan petani akan pupuk
anorganik. Hal ini bertentangan dengan prinsip pertanian berkelanjutan


Mahasiswa dan Dosen Fakultas Pertanian khususnya Prodi Agroteknologi telah
banyak melakukan penelitian yang berhubungan dengan peningkatan efisiensi penggunaan
lahan dalam pola Tumpang sari dan upaya perbaikan sifat tanah Ultisol salah satunya
melalui pemanfaatan cendawan mikoriza Arbuskula. Oleh karena itu sebagai salah satu
wujud pengabdian dan pengembangan IPTEK maka diakukan kegiatan pengabdian ke
Kelompok Tani Sungkai Permai. Tujuan dan target khusus yang akan dicapai pada
kegiatan Iptek Berbasis Program Studi dan NagariBinaan (IbPSNB): 1) Petani
memahami pola tumpang sari terbaik antara jagung dengan kacang tanah. 2) Petani
memahami pentingnya penggunaan bahan pupuk hayati dalam pola tumpang sari antara
jagung dengan kacang tanah. 3) Petani mampu memperbanyak sprora cendawan mikoriza
arbuskula sendiri.


Metode kegiatan yang akan diterapkan, dapat ditempuh melalui pendekatan pada
petani untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi kelompok tani sehingga
program Iptek Berbasis Program Studi dan Nagari Binaan (IbPSNB) dapat diterima
dengan baik. Kegiatan yang akan dilakukan: 1) Penyuluhan tentang manfaat pola
Budidaya Tumpang Sari Jagung-kacang tanah dan peranan pupuk hayatai. 2) Demonstrasi
pembuatan kultur spora Cendawan Mikoriza arbuskula 3. Demplot budidaya tumpang sari
jagung – kacang tanah dengan memnfaatkan mikoriza arbuskula